Istikharah
Saturday, October 28th, 2006Ada seorang teman yang meminta saya menceritakan contoh istikharah saya, sebetulnya saya lebih sering meminta petunjuk pada saat sujud terakhir. Saya sempat berpikir hal apa yang layak saya ceritakan (karena masalahnya cukup besar). Ternyata langsung praktek, tepatnya hari sabtu, 21 oktober 2006 saat libur menjelang lebaran (saya memikirkan apa yang ingin saya lakukan?
1. saya ingin sekali silaturahmi ke rumah paman saya di ciputat yang sudah lama tak sempat-sempat saya kunjungi
2. saya ingin silaturahmi ke rumah mertua di bandung (saya tidak ingin karena tidak ada suami alias suami kul di luar negeri, lantas saya tidak meneruskan silaturahmi) meskipun tahun lalu sudah kesana dan tahun ini saatnya saya berlebaran dengan saudara-saudara mama.
3. service hp (sempat menanyakan harga service tersebut ke gerai hp dekat kantor, katanya sekitar 250 ribu). Saya pikir lebih mahal lagi di gerai aslinya
4. menabung haji (ini keinginan dah lama dan saya pikir uang arisan saya buat ini aja
5. nazar saya untuk sebuah tempat yang akan menjadi kemashlahatan umat (Insya ALLAH)
Hati saya bimbang, karena anggaran tentu tidak mencukupi jika semuanya mau dikerjakan. Alhamdulillah setelah sholat sunnah n wajib, disertai doa pada sujud terakhir atas kebimbanganku, alhamdulillah selesai sholat langsung berpikir silaturahmi itu penting. Jadi aku putuskan ke ciputat n ke bandung. Sebelumnya telp modotter service center resmi ternyata biayanya 75 ribu alhamdulillah. Ke ciputat pun tidak ditunda-tunda. langsung hari sabtu itu juga (siapa tau umur ndak cukup). Alhamdulillah ada oleh2 tuk tante. Malamnya aku telp rumah ibu mertua (karna di email suamiku, ibu bapak n adik2 berangkat ke semarang dari tgl 19-21), berarti harusnya besok minggu sudah pulang. Bapak yang mengangkat telpon ternyata Bapak Ibu berangkatnya diundur jadi hari rabu, 25 oktober (waaah berarti ribet ya). Tapi Bapak bilang "kamu kesini aja besok". Nah lo aku lagi nginep di rumah tante lhoo. So segera aku telp papa agar ikut ke bandung