Sholat adalah hadiah
Setelah membaca buku Abu Sangkan tentang sholat khusyu.
Bagaimana sholat itu haruslah tuma’ninah (tenang), tidak harus setelah bacaan
kita selesai langsung pindah ke posisi berikutnya (misalnya saat kita sujud,
kita bisa berlama2 memikirkan dan berdoa akan masalah yg kita hadapi,
istilahnya ‘curhat’ kali ya :D). Timbul bayangan seorang ibu yang menyuruh
anaknya makan, terkadang ‘memaksa’. Sebenarnya tindakan ibu ini baik, tapi
karena paksaan si anak terkadang merasa jengkel dan ‘malas’ untuk makan
(sehingga mesti dibilangin dan dikejar2 untuk makan oleh sang Ibu). Menyuruh
‘makan’ ini adalah tindakan kasih sayangnya. Begitu pula ALLAH Yang Maha
Penyayang menyayangi kita, menyuruh kita sholat, bahkan terkadang kita merasa
terlalu dipaksa dengan ‘kewajibannya’, padahal bila dilihat dari kasus ibu
tadi, ALLAH Yang Menguasai Isi Hati begitu cinta kepada kita, kita diberi hal2
yg baik, diberi hal2 yg buruk pun sebagai pelajaran atau peringatan. Dia
menyuruh kita sholat agar kita tetap mengingatnya, berkomunikasi dengannya, menenangkan
hati kita, membugarkan jasad dan ruh kita, agar kita berjalan di Jalan-Nya yang
lurus ketika kita akan mengambil tindakan. Dia menginginkan kita tetap suci.
Betapa indah ya teman-teman, ‘Sholat adalah hadiah darinya’