Study Tour Semalam bersama 2 Mentor
Sunday, September 30th, 2007Alhamdulillah sekali bisa datang ke acara TDA di Mang2 Square kemarin, selain ketemu dengan teman-teman (mbak yuli, mbak Otty, mbak Roesmi) dan Pengurus (Grup TDA EO and Peduli), juga mendapat 2 mentor offline , Bu Ning dan Mbak Hesty (Temen2 TDA adalah mentor onlineku , Kak Debby, Pak Edi selimut n Pak Enon adalah mentor offlineku) . Gayanya yang ‘beda’dan ‘energic’ membuat saya tidak mengira bahwa beliaulah Bu Ning yang banyak bercerita di milis TDA dan saya kira tak ada yang dapat memperkirakan berapa usianya ;P.
Ceritanya saya diajak Bu Ning tuk menginap dirumahnya sekalian menemani Mbak Hesty dari Gresik. Sesampai di rumah beliau, kami disuguhkan teh kateena (yg ternyata diambil dari nama KTNA alias Persatuan Petani tuk menghargai para Petani à udah salut aku). Kami berbincang-bincang, tepatnya si Bu Ning dan Mbak Hesty sharing pengalaman mereka (wah alhamdulillah bgt ni dapet ilmu2). Kami berbincang hingga tak terasa sudah jam setengah 12, begitu pula saat sahur. Beberapa hal yang saya berharap tidak hanya saya ingat, tapi akan mempengaruhi pemikiran dan tindakan saya :
- Memulai usahanya benar2 dari nol. Ketika beliau yang suka bercocok tanam mengajak tetangganya menanam tapi ternyata seringkali terdapat penyakit putih2 pada tanaman tsb, beliau mencari orang yg dapat mengatasinya (Beliau mencari insinyur pertanian dengan datang ke dinas pertanian). Justru Bapak yang ditanya-tanya oleh Bu Ning memberitahukan informasi pelatihan dan pembinaan gratis untuk Bu NIng dan kelompoknya (Info ini tdk akan didapat kalo tidak dimulai usahanya ya).
- Ilmu memberi terlebih dahulu. Bu Ning seringkali mengadakan pengobatan gratis yang diperuntukan bagi orang2 yg kurang mampu. Tetapi ada saja orang2 ‘berada’ yang ingin mencoba fasilitas tersebut. Bu Ning tidak langsung menolak, tapi memberitahukan mana yg gratis dan selanjutnya mana yang bayar J . win2 solution dech. Mbak Hesty juga melakukan strategi yang sama, sebagai pembuat program SAP, beliau memberikan gratis program tersebut kepasaran ,kok bisa ya? Padahal
kan
harganya M-an lho. Ternyata strateginya ini menyangkut promosi dan beliau akan bergerak sebagai konsultannya.
- Ilmu melayani dengan hati. Bu Ning menceritakan beberapa kasus pasiennya.
Ada
salah satunya pasangan suami istri usia lanjut. Sang suami menginginkan agar si istri lebih energic, sedangkan sang istri merasa dirinya sudah tua jadi ya bo’ nrimo dirinya. Mereka adu mulut didepan Bu Ning, tapi Bu Ning tidak langsung memberikan solusi jamu, justru menenangkan keduanya dan bak menjadi psikolog yang menengahi keduanya dan mengungkapkan keinginan keduanya dari pandangan yg berbeda.
J - Ilmu Mendengarkan. Bagaimana menindak-lanjuti respon customer. Bu Ning mengakui banyak tambahan kegunaan jamu2nya justru dari pembeli.
Ada
yang merasakan bisa menyembuhkan flu, datang bulan, bahkan menjadi obat tidur bagi penderita stress. Hal ini beliau tindak-lanjuti dengan mencari2 khasiat tersebut pada literatur2. Beliau juga mencarikan solusi bagi pasien2nya yang memiliki berbagai penyakit. Kekreatifannya saat menceritakan asal-usul jamu ‘Wedang Weding’ yang awalnya adalah permintaan anaknya untuk dibuatkan souvenir unik buatan ibunya.
- Ilmu memiliki banyak keahlian. Bu Ning bercerita pengalamannya dan saya jadi semakin bingung banyak sekali keahlian yang beliau miliki. Bahkan tanpa didasari latar belakang atau teori alias langsung coba2. Seperti menulis (beliau mengakui tidak mengetahui teori2 menulis tapi nyatanya beliau banyak mengeluarkan Buku. Itu karna ilmu berbagi dan kerjasama dengan sang editor). Memasak juga begitu (beliau dikenal tiba bisa memasak, tetapi karna ingin membuat masakan yang menyehatkan, beliau mencoba langsung memasak, setelah beberapa kali kegagalan ya Bu didapat resep yang Insya ALLAH manjur)
- Ilmu kebaikan akan berbuah kebaikan. Dalam mengerjakan kebaikan yakin dech selain di akhirat, di dunia juga akan berbuah. Seperti pengalaman Bu Ning, yang tiba2 dapat tawaran majalah (beliau memang suka menulis dan mengirimkan artikel ke majalah tips2 bercocok tanam itu pun suatu yang ‘beda’ seperti menanam di loteng, dll) dan berbagai media dan mempromosikannya sebagai Ratu Mahkota Dewa, bertemu dengan investor2 tanpa diduga sebelumnya. Begitu pula dengan Mbak Hesty yang idealis, berani memegang teguh pendapatnya karna benar.